Sejak awal, pendiri Gereja Isa Almasih telah memikirkan pentingnya melakukan tugas panggilan gereja secara utuh, yang meliputi : persekutuan (koinonia), kesaksian (marturia) dan pelayanan (diakonia). Kasih pada Tuhan bukan hanya diwujudkan dalam ibadah sehari-hari, namun juga harus dinyatakan dalam wujud kasih kepada sesama. Bentuk pelayanan diakonia terus berkembang seiring dengan berkembangnya jaman, dari tahun ke tahun Gereja Isa Almasih Pringgading tidak pernah melalaikan pelayanan sosial terhadap mereka yang membutuhkan uluran tangan dan pertolongan. Berbagai jenis bantuan diberikan, baik bantuan sederhana seperti pakaian layak pakai, sembako, pengobatan gratis ; maupun bantuan untuk korban kerusuhan sosial dan bantuan untuk korban bencana alamIde membentuk seksi Bea Siswa ini telah ada sejak lama, kepengurusan yang pertama dibentuk pada tahun 1965 dengan nama Elim, dengan sasaran awal untuk menjangkau siswa Teologia (Abdiel) dan SPG saja. Sejak tahun 1984, dengan diprakarsai oleh pengurus Kebaktian Anak-anak (KAA), pelayanan ini pun diperluas untuk menjangkau anak-anak sekolah minggu yang orang tuanya tidak mampu ; dan terus digumuli untuk memperluas pelayanan sehingga dapat juga menjangkau pendidikan yang lebih tinggi, terutama untuk mereka yang sebenarnya berkemampuan (cerdas) namun terkendala oleh faktor biaya. Program pelayanan yang telah ada sekarang meliputi :
|
|